Please Join Comunity Online

Premium WordPress Themes

Search

TRANSLATE

All wigs free Shipping with 3 free gifts at Wigsbuy, Shop Now! Beddinginn.com

Monday, November 4, 2013

8 Hewan Aneh yang Masih Misterius di Dunia


1. Ahool



Hewan ini berbentuk seperti kelelawar, berkepala seperti monyet,
bermata besar serta hitam, dan tubuhnya berbulu abu-abu gelap. Tubuhnya
dapat sebesar anak berumur satu tahun dengan bentangan sayap dapat
mencapai 10 kaki (3 meter). Hewan ini pertama kali dilihat oleh
Dr.Ernest Bartels pada 1925 ketika sedang menyusuri Gunung Salak, Jawa
Barat. Saat itu Ernest sedang mejelajahi air terjun di lereng gunung
itu, dan mendadak saja seekor kelelawar raksasa menukik di atas
kepalanya.Pada tahun 1927, sekitar pukul 11:30 malam, ketika Ernest
Bartels berbaring di tempat tidurnya dalam pondok dekat sungai
Tjidjengkol, Jawa Barat, dia mendengar suara aneh dari atas pondoknya.
Suara itu berbunyi "Ahool ... Ahool ...". Ernest mengambil obor dan
memeriksa ke asal suara, dan melihat kelelawar raksasa yang dia lihat
pada 1925. Itu sebabnya hewan ini disebut Ahool.


2. Agogwe

Makhluk ini pertama kali diketahui keberadaannya pada sekitar 1900 oleh
Kapten William Hitchens, namun baru disampaikan ke publik pada 1937.
William menemukan makhluk ini di Afrika Timur. Menurut dia,
Agogweberbentuk seperti manusia dan berjalan dengan kaki, namun bertubuh
 kecil seperti kurcaci, serta berbulu kemerahan di sekujur tubuhnya.
William menyebut, Agogwe yang ia lihat menyerupai seorang laki-laki,
namun hanya setinggi 4 kaki. Pada 1938, seorang pria bernama Cuthbert
Burgoyne juga melihat Agogwe di Afrika Timur. Ada teori yang
menyebutkan, kalau Agogwe mungkin termasuk spesies gracile
australopithecine, salah satu spesies primata yang pernah berdiam di
Afrika, namun telah punah sejak ribuan tahun lalu.


3. Serigala Andean



Hewan ini pun jarang sekali dapat dilihat, namun diketahui kerap
berkeliaran di sekitar Laut Arktik dan di Amerika Utara. Hewan ini unik,
 karena hanya jenis ini satu-satunya dalam spesies anjing atau srigala
yang tidak berbulu, sehingga kulitnya licin. Namun lucunya, di kepala
dan ekor binatang ini justru tumbuh bulu berwarna kuning.


4. Kucing Rubah



Hewan ini ditemukan sekelompok ilmuan yang tergabung dalam World Wild
Fund (WWF) pada 2003 saat tengah melakukan penelitian di kawasan Taman
Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan, namun baru dipublikasikan pada
2005. Hewan ini mirip rubah, tapi berkulit merah, dan berukuran lebih
besar dari kucing. Yang menarik, binatang ini juga memiliki sepasang
kaki belakang yang lebih panjang dari kaki depannya, dan memiliki ekor
berotot yang panjang. Begitu dipublikasikan, dunia langsung heboh dan
media memberitakannya sebagai temuan terpenting dalam satu abad
terakhir, karena temuan spesies baru yang terakhir terjadi pada 1895
ketika di belantara Kalimantan ilmuwan juga menemukan seekor karnivora
jenis musang luwak yang diberi nama melogale everetti atau borneo ferret
 badger.


5. Harimau Tasmania


Hewan bernama latin Thylacinus cynocephalus ini merupakan hewan
marsupial karnivora modern terbesar yang pernah diketahui. Dianggap
sebagai harimau, karena punggungnya bercorak belang seperti umumnya
harimau. Namun ada pula yang menyebutnya srigala, karena bentuk
kepalanya memang mirip srigala. Hewan yang hidup di benua Australia dan
pulau Papua ini dinyatakan telah punah pada abad 20. Di Australia, hewan
 ini punah ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa ke benua
kangguru itu, namun sempat bertahan di pulau Tasmania bersama sejumlah
spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Itu sebabanya di
belakang namanya ada tambahan kata Tasmania. Fosil yang ditemukan dari
spesies binatang ini mengindikasikan kalau dia hidup sekitar zaman
Miosen.


6. Tsuchinoko




Hewan ini dilaporkan terlihat di beberapa daerah di Jepang, kecuali
Hokkaido dan Kepulauan Ryukku. Bahkan nama tsuchinokoberasal dari bahasa
 penduduk daerah Kansai yang meliputi Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku yang
 berarti 'hewan'. Di daerah Kanto, hewan ini disebut bachihebi.
Tsuchinoko berbentuk seperti ular, namun berperut gendut seperti botol
atu pin boling, dan berekor kecil mirip ekor tikus. Namun hingga kini
keberadaan hewan itu belum pernah bisa dibuktikan (cryptid), dan juga
belum pernah berhasil ditangkap. Diduga, ini terjadi karena selain yang
melihatnya merasa takut, juga hewan ini langsung melarikan diri bila ada
 yang melihatnya. Beberapa pemerintah daerah di Jepang pernah
mengiming-imingi uang hingga 100 juta Yen bagi siapa saja yang dapat
menangkap hewan ini, namun tak ada hasilnya


7. Yeti



Serupa dengan Bigfoot, muncul di wilayah Himalaya. Bagi warga sekitar
hutan di wilayah pegunungan itu, makhluk ini adalah penjaga hutan, dan
tidak boleh diburu. Yeti atau Manusia Salju yang Menakutkan adalah
sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah
pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan Meh-Teh umummnya
digunakan secara luas oleh masyarakat di wilayah tersebut, dan dianggap
sebagai kisah sejarah dan mitos yang masih misterius. Orang-orang Nepal
juga menyebutnya bonmanche yang berarti manusia liar atau kanchanjuga
rachyyas yang berarti iblis kanchanjunga.


8. Mongolian Death Worm



Hewan ini hidup di Gurun Gobi, dan sangat ditakuti bangsa Mongolia.
Meski termasuk jenis cacing, hewan ini bisa memiliki panjang hingga 1,2
meter, bertubuh seperti ular, gemuk, berwarna merah, dan mampu membunuh
mangsanya, termasuk manusia, dengan cepat dan dari jarak jauh. Dalam
legenda Mongol disebutkan, jika akan menyerang mangsanya, binatang ini
akan mengangkat sebagian tubuhnya, dan kemudian membuka mulutnya
lebar-lebar, dan menyemburkan racun mematikan yang membuat mangsanya
tewas. Setelah itu, sang mangsa dimakan. Bangsa Mongol menyebut hewan
ini dengan allghoi khorkoi yang berarti cacing usus, karena jika dilihat
 sepintas, cacing raksasa ini memang seperti usus. Meski menamakan hewan
 ini dengan Mongolian Death Warm, para ilmuwan yakin, hewan ini bukan
jenis cacing, karena cacing takkan tahan hidup di gurun yang panas,
kering, dan tandus. Mereka yakin, hewan ini sejenis ular berbisa, namun
hipotesa ini pun belum dapat dibuktikan keakuratannya.

sumber

Written by: Dede Anna
Menghidupkan Komunikasi, Updated at: 11:03 AM

0 komentar:

Post a Comment