Please Join Comunity Online

Premium WordPress Themes

Search

TRANSLATE

All wigs free Shipping with 3 free gifts at Wigsbuy, Shop Now! Beddinginn.com

Friday, June 7, 2013

Adanya Soekarno dengan Sejarah Indonesia

Orang yang tidak mengetahui atau dikaburkan sejarahnya akan membuat dirinya kehilangan pegangan, disorientasi dan pada akhirnya muncul sikap inverior dan mengekor pada sejarah dan pandangan orang lain yang belum tentu sama dengan nilai yang semestinya ia anut. Begitu juga kita negara Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu memiliki akar sejarah yang kuat. Para pelaku sejarah dinegeri ini pada masanya bukan hanya menjadi contoh dan model di negrinya, namun juga diperhitungkan dipentas politik dunia.

Soekarno adalah putra terbaik yang terlahir dinegri ini, ia adalah pejuang yang sekaligus proklamator yang telah mengantarkan Indonesia menuju pintu gerbang kemerdekaan. Ia juga merupakan sosok pemimpin yang visioner, kharismatik, keras, tegas dan cerdas. Ia merupakan sosok yang dicintai rakyatnya dan akan selalu ada dihati sanubari rakyat Indonesia.

Soekarno bukan hanya tokoh yang yang di hormati dan dicintai di negerinya tapi ia juga disegani di dunia. Bahkan sejarah mencatat Soekarno bukan hanya memberi pengaruh di pentas politik dunia, namun juga mensetting agenda dunia internasional. Sebagi contoh Gelaran Konfrensi Asia-Afrika, gerakan Non-Blok, Ganefo dan masih banyak agenda lainnya yang menjadikan Soekarno sebagai tokoh sentral. Itu semua adalah bukti bahwa Soekarno adalah sosok luar biasa yang pernah terlahir di Indonesia sehigga dunia memandang Indonesia sebagai negara yang patut dihormati dan disegani.

Ingatan kolektif bangsa Indonesia terhadap sosok Soekarno adalah hal yang sangat positif. Pola fikir, prilaku dan tindakan dari masyarakat yang ingin berbuat seperti Soekarno pada masanya nanti akan melahirkan Seokarno-Soekarno baru yang akan kembali mengguncang dunia.

Sudah menjadi hal yang lumrah di setiap pertarungan politik dalam masa peraliahan kekuasaan dinegeri ini nama besar Soekarno selalu dielu-elukan dan dijadikan jualan politik oleh kalangan tertentu untuk mendapatkan simpati dan dukungan publik. Tindakan ini sah-sah saja dilakukan dan tidak perlu ada pihak yang merasa dirugikan karena pada hakikatnya Soekarno adalah milik seluruh anak bangsa.

Sosok ‘Soekarno’ bukan identik dengan garis keturunan dan pertalian darah, namun Ia adalah ide,visi, sikap, pola dan karakter kepemimpinan. Adanya klaim sepihak sementara kalangan yang menganggap Soekarno identik dengan golongan atau kelompoknya adalah sebuah sikap emosional yang mereduksi dan mengkerdilkan sosok dan nama besar Soekarno.

Menjelang perhelatan pesta demokrasi 2014 dalam ajang pemilihan presiden sosok Soekarno seolah terlahir kembali. Nama besar Soekarno coba dipersonifikasikan dengan beberapa tokoh yang dianggap potensial menjadi pemimpin besar yang akan membawa Indonesia kembali diperhitungkan. Nama-nama tersebut adalah; Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subiyanto dan Anis Matta.

Megawati Soekarno Putri
Megawati adalah putri Soekarno, ia adalah salah-satu sosok wanita ‘tangguh’ yang terus berjuang mempertahankan eksistensi diri dan partainya ditengah-ditengah rezim orde baru yang represif dan otoriter yang telah menyingkirkan dan ‘melenyapkan’ Soekarno dari panggung politik nasional. Soeharto bukan hanya menyingkirkan Soekarno tapi juga partai dan ideologinya serta seluruh kekuatan yang berada dibelakangnya.

Ditengah tekanan dan intimidasi yang berkepanjangan Megawati akhirnya keluar dari PDI yang telah disusupi pemerintah dan mendirikan PDI-P. Megawati mendapatkan momentum dengan bergulirnya reformasi, PDI-P berhasil mendapatkan simpati publik yang pada akhirnya mengantarkan PDI-P sebagai pemenang pemilu tahun 1999.

Kemenangan ini ternyata belum mampu mengantarkan Megawati menjadi presiden karena hadangan poros tengah gagasan Amein rais yang menjagokan Gusdur. Namun kenyataan berkata lain, Gusdur dilengserkan ditengah jalan akibat percekcokan berkepanjangan dengan DPR hingga berujung pada Sidang Istemewa yang mengantarkan Megawati sebagai presiden penggati Gusdur.

Namun sungguh sayang masa pertama kepemimpinannya belum mampu menunjukkan ia sebagai pemimpin besar yang mampu membawa perubahan. Bahkan pribahasa minang yang mengatakan ‘bak pandeka takana silek abiah cakak’ (seperti pendekar yang teringat kembali jurus setelah selesai pertarungan) sangat cocok disematkan kepada sosok Megawati. Betapa tidak beliau sangat keras melakukan kritik terhadap pemerintahan SBY di dua masa kepemimpinannya dengan menempatkan partainya sebagai partai oposisi dan cendrung lupa bahwa ia pernah berda di posisi yang sama namun juga tidak mampu berbuat banyak.

Sejarah Singkat Soekarno

Soekarno lahir 06 Juni 1901 di Blitar dari pasangan Sukemi Sosrodihardjo(seorang guru) dan Ida ayu Nyoman Rai(bangsawan Bali) yang lebih dikenal Idayu. Mula-mula namanya Koesnososro Soekarno, tetapi karena sering sakit waktu kecil, kemudianlebih sering dipanggil di panggil Soekarno saja yang konon akan mengubah kesehatan dan rezekinya.

Soekarno merupakan tamat sekolah Dasar Bumiputera di Mojokerto,melanjutkan kesekolah dasar Belanda dan lulus pada usia 14 tahun dengan sekaligus mengantungi ijazah ujian calon pegawai negeri rendahan. Melanjutkan ke HBS di Surabaya dan tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, seorang pemimpin sarekat islam, setelah lulus masuk tehnische Hoge School, Institut Teknologi Bandung, sambil terus bergerak dibidang poliyik yang dimulai sejak di Surabaya. Soekarno memimpin studi klub di Bandung bersama iskaq dan anwari, lulus lulus sebagai insinyur tahun 1925.

Bersama-sama dengan sartono,anwari, samsi tilaar, sujdjadi , iskak tjokroadisuryo, budiarto tjipto mangunkusumo, dan sunario, tanggal 04 Juni 1927 mendirikan perserikatan Nasional Indonesia(PNI) yang kemudian diubah menjadi Partai Nasional Indonesia(PNI). Soekarno ditangkap di Yogyakarta 29 Desember 1929, ditahan dipenjara Banceuy, diadili tahun 1930 dengan pidato pembelaan diri Indonesia menggugat, divonis penjara 4 tahun di penjara Sukamiskin. Keluar dari penjara tahun 1932, aktivitasnya membakar semangat rakyat semakin besar . di tangkap lagi dadakan karena menyebarkan risalah Mencapai Indonesia Merdeka dan diasingkan ke ende Flores. Selama 4 tahun dipengasingan ende , pada 14 Febuari 1938 dipindah ke Bengkulu. Tahun 1945 Soekarno dan Hatta sudah yakin jepang itu penjajah. Soekarno bersama Hatta mendirikan Putera(pusat tenaga Rakyat) karena jepang tahu maksudnya dibelokan untuk kemerdekaan. Seolah-olah simpati pada kemerdekaan jepang maendirikan Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 28 Mei 1945. 17 Agustus 1945 teks Proklamasi di bacakan di kediaman Soekarno. Sehari setelah Indonesia merdeka, panitia persiapan kemerdekaan kemudian mengesahkan Soekarno sebagai presiden pertama RI dan Hatta sebagai Wapres.

01 juni 1945 Soekarno menyampaikan visi tentang falsafah dan dasar Negara yang kemudian dikenal sebagai hari lahir pancasila. Pada tanggal 18-25 april 1955 Soekarno membawa Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferesi Asia Afrika di Bandung. 05 juli 1959 Soekarno mengeluarkan dekrit yang menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. 30 september 1960 Soekarno mengingatkan pembebasan Irian Barat dan direalisasikan dengan Trikora. 14 Januari 1999 mendapat tanda penghargaan lencana tugas kencana, sebagian dari sederet gelar lainya, termasuk 27 gelar doctor kehormatan.

Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta, setelah mengalami pengucilan oleh penggantinya Soeharto. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur, dan kini menjadi ikon kota tersebut, karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno.

Sumber : istoryology.blogspot.com

Written by: Dede Anna
Menghidupkan Komunikasi, Updated at: 9:25 PM

Siapa Gajah Mada

Sampai saat ini teka-teki sejarah tentang Patih yang dikenal dengan sumpah Palapa-nya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Bahkan para ahli sejarah pun belum menemukan titik temu dimana Patih kerajaan Majapahit ini dilahirkan, dibesarkan, dan bagaimana dimasa tuanya semuanya masih serba misterius.

Ada bahasan menarik yang disampaikan oleh sastrawan Anuf Chafiddi atau sering dipanggil Viddy AD Daery dalam makalahnya dalam Seminar Sesi II tentang Kontroversi Gajah Mada dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah di Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng Senin (29/10).

Secara tegas dirinya memberikan judul dalam makalahnya; "Foklor Mengenai Gajah Mada Lahir di Modo, Lamongan" yang artinya menyatakan dirinya yakin bahwa Gajah Mada dilahirkan, besar dan mati di Lamongan, Jatim.

"Gajah Mada pahlawan maha besar nusantara itu lahir di wilayah Lamongan, Jawa Timur? Untuk menjawab pertanyaan itu akan menimbulkan berbagai macam jawaban kalau ditanyakan ke banyak orang. Namun kalau ditanyakan kepada saya. Jawaban saya adalah betul," ungkap Viddy.

Ada lima alasan yang menjadikan Viddy yakin bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan, Jatim. Alasan itu di antaranya, di daerah Desa Modo dan sekitarnya termasuk Desa Pamotan, Desa Ngimbang, Desa Bluluk, Desa Sukorame dan sekitarnya tersebar foklor atau cerita rakyat. Dongeng dari mulut ke mulut mengisahkan bahwa Gajah Mada adalah kelahiran wilayah Desa Modo.

Kelima desa itu merupakan daerah ibu kota sejak didirikan jaman Kerajaan Kahuripan Erlangga. Bahkan anak cucu raja juga mendirikan ibu kota di situ. Alasanya strategis alamnya bergunung-gunung, bagus untuk pertahanan dan dekat dengan Kali Lamong cabang Kali Brantas. Selain itu ada jalan raya Kahuripan-Tuban yang dibatasi Sungai Bengawan Solo di Pelabuhan Bubat (kini bernama Kota Babat). Ibu kota ini baru digeser oleh cicit Airlangga ke arah Kertosono-Nganjuk.

Kemudian baru di zaman Jayabaya digeser lagi ke Mamenang, Kediri. Selanjutnya oleh Ken Arok, digeser masuk lagi ke Singosari. Baru kemudian oleh R Wijaya dikembalikan ke arah muara yaitu ke Tarik. Namun, anaknya yang akan dijadikan penggantinya yakni Tribuana Tunggadewi diratukan di daerah Lamongan-Pamotan-Bluluk lagi yaitu di Kahuripan alias Rani Kahuripan, Lamongan.

"Ketika Gajah Mada menyelamatkan Raja Jayanegara dari amukan pemberontak Ra Kuti, dibawanya Jayanegara ke arah Lamongan yaitu di Badender (bisa Badender Bojonegoro, bisa Badender kabuh, Jombang, keduanya memiliki rute ke arah Lamongan (Pamotan-Modo-Bluluk dan sekitarnya). Itu sesuai teori masa anak-anak dimana kalau anak kecil atau remaja berkelahi di luar desa pasti jika kalah lari menyelamatkan diri masuk ke desa minta dukungan. Di desanya banyak teman, kerabat maupun guru silatnya. Saya kira Gajah Mada juga menerapkan taktik itu,"ungkapnya.

Sebuah situs kuburan Ibunda Gajah Mada, yaitu Nyai Andongsari juga menjadikan Viddy yakin bahwa patih kerajaan jaman Majapahit itu berasal dari Lamongan. Kemudian juga ada situs kuburan yang sampai saat ini menjadi perdebatan dan kontroversial yang diyakini warga sekitar merupakan kuburan patih Gajah Mada. Namun, kuburan itu dalam posisi dan berkarakter kuburan islam.

"Kuburannya menghadap ke arah persis sebagaimana kuburan orang Islam. Kalau misalnya hal ini benar maka wajar saja masa tua Gajah Mada tidak ditulis di babad-babad atau kitab kuno. Sengaja disisihkan atau dihapus dari sejarah karena Gajah Mada mungkin dianggap 'murtad' atau semacam itu," jelasnya.

Arkeolog sekaligus sejarawan Fakultas Sejarah Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar menyatakan secara arkeologis belum ditemukan data tentang asal muasal dan keberadaan pasti Gajah Mada. Bahkan beberapa temuan prasasti-prasasti yang menyinggung tentang cerita Gajah Mada belum dan tidak bisa digunakan untuk penelitian dan memastikan benang merah sejarah cikal bakal Gajah Mada itu sendiri.

"Beberapa data soal keberadaan Gajah Mada yang belum digunakan. Data Gajah Mada secara arkeologis tidak ada. Yang ada nanti jika digunakan menjadi tafsir di atas tafsir. Prasasti yang terabaikan itu diantaranya: Prasasti Gajah Mada di situs Candi Singosari (Tahun 1351 M), Prasasti Relief Mahameru (Pawitra) yang menjelaskan Mahameru sebagai titik asis mundi.

Kemudian penemuan Candi Tikus di situs Trowulan yang gayanya mirip Candi Singosari. Mungkinkah Candi Tikus diperintah Gajah Mada untuk dibangun.

"Candi Kepung 7 meter di muka tanah sangat dekat dengan Candi Tikus di Kepung Kediri. Ada lagi Prasasti Hemadwalandit, Prasasti Bendodari (Tahun 1360 M),"tuturnya.

Agus Aris menyatakan karena tidak ada bukti arkeologis yang ditemukan terkait keberadaan dan cikal bakal Gajah Mada dan saking menariknya tokoh yang satu ini, banyak sekali daerah yang sampai mengklaim secara lisan bahwa di daerah mereka merupakan asal muasal maupun tempat meninggalnya Gajah Mada.

"Ada yang mengakui bahwa Gajah Mada dari Buton, Gajah Mada dari Wange-wange Bali. Ada yang bahkan mengatakan bahwa Gajah Mada adalah keturunan pasukan Tor-Tor,"ungkap Agus Aris Munandar.

Sampai saat ini, penelitian Arkeologi belum berhasil menemukan jati diri, sosok Gajah Mada yang seutuhnya. Sebab dari arkeologi sejarah, mempunya peringkat validitas data.

"Data primer, data sekunder dan data tertier. Berita- berita dari mulut ke mulut (folklor) itu, menurut Aris itu merupakan data tersier dan bersifat negatif. Data primer prasasti itu mutlak dan dibuat pada jamanya. Prasasti dengan angka tahun dihargai dengan angka tahun. Data pendukung: zaman, bergeser. Negarakertagama lebih falid dari Pararathon. Ada peringkat yang tidak bisa kami tabrak begitu saja. Silahkan multi tafsir nanti akan diperbaiki," kata Agus.-ng

Sumber : mediakontraktor.com

Written by: Dede Anna
Menghidupkan Komunikasi, Updated at: 9:15 PM

Sejarah "Gajah Mada" di hianati oleh bangsanya yaitu Indonesia

Pada akhir pekan ini ada sebuah film di MNCTV yaitu " Sinetron 'GAJAH MADA' Tuai Kritikan" KAPANLAGI.COM - Belakangan ini banyak sineas Indonesia memproduksi film dan sinetron yang
mengakat kisah tentang tokoh perjuangan, namun tidak semua produksi tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Seperti yang terjadi pada sinetron GAJAH MADA yang tayang di MNC TV.
Sinetron yang ditayangkan secara stripping itu dianggap telah melenceng dari kisah yang sesungguhnya. Renny Masmada, seniman yang puluhan tahun telah mempelajari sosok Gajah Mada merasa kecewa dengan pembuatan sinetron tersebut yang menurutnya sudah tidak menghormati sosok Gajah Mada. "Renny Masamada adalah anak bangsa yang marah hatinya. Sinetron yang diproduksi oleh MD Entertaintment itu sudah sangat melenceng dari pakem," ungkap Renny saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).

"Kalau kita lihat sinetron Gajah Mada, menangis kita. Apa iya Gajah Mada tidak mempan dibacok?, Bukan seperti itu. Tidak ada orang yang ngerti sejarah protes dengan Gajah Mada ini," lanjutnya.
Dua aktor kawakan Ray Sahetapy dan Pong Harjatmo pun mendukung keresahan Renny tersebut. "Bangsa yang besar itu yang tidak mengkhianati sejarahnya. Tapi sekarang kita sudah sering mengkhianati, termasuk dengan ini (sinetron)," kata Ray.

"Manusia yang tidak bisa menghargai bangsa dan negaranya adalah sebuah kejahatan. Saat ini pada mirikin perutnya sendiri. Siapa pemimpin yang mikirin rakyat. Bangsa kita nasionalismenya kurang. Apa kabar rasa mencintai negeri ini?," timpal Pong.

Untuk meluruskan apa kisah yang sebenarnya, Renny berencana membuat film yang mengangkat kisah sosok Gajah Mada dengan latar belakang kerajaan Majapahit. "Barangkali, langkah yang saya lakukan adalah membuat film Gajah Mada. Itu film sudah saya rencanakan jauh sebelum sinetron ini tayang. Hanya saja terkendala biaya. Saya belum punya uang untuk produksi film," pungkas Renny. (kpl/hen/dka)

Written by: Dede Anna
Menghidupkan Komunikasi, Updated at: 8:50 PM